Berita kriminalitas
Kilas Berita SAMO News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Label 4

Latest Post

Selasa, 29 Januari 2013

Ribut di GOR Bekasi, Seorang Tewas, Seorang Kritis

Mayat pucat
BEKASI (Pos Kota) -Ribut di areal GOR Bekasi, seorang pemuda tewas sementara satu lainnya luka parah, Kamis(23/1) malam.
Diduga pemicu keributan itu rebutan lahan parkir.
Korban tewas Rifki Irwansyah,27, tewas dengan luka menganga di dada, punggung dan kedua kaki. Jasadnya dikirim petugas Polsek Bekasi Selatan RS Kramatjati, sedangkan korban luka parah Agus Fadilah,25, dilarikan ke rumahsakit terdekat.
Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Susilo Edi mengatakan masih menyelidiki motif dari kasus ini. Diakuinya di lokasi ditemukan beberapa jenis senjata tajam yang diduga digunakan untuk aksi keributan tersebut.(yanto/d)

Tolak Bersetubuh, Istri Dianiaya



20130123-203252.jpg
PESANGGRAHAN (Pos Kota) – Menolak diajak bersetubuh, istri dicekik dan dijambak suaminya di rumahnya kawasan Pesanggrahan, Jaksel.
Perbuatan tersebut dilakukan Rd, 33, pada Minggu (20/1) malam. Namun baru dilaporkan ke Polres Jaksel, Selasa (22/1) malam.
Kepada petugas, korban Nl, 30, menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpanya terjadi sekitar pukul 19.00.
Saat itu, sang suami yang bekerja sebagai sopir baru pulang kerja. Tak lama kemudian ia ‘minta jatah’ kepada Nl agar melayaninya di tempat tidur.
Karena anaknya yang masih berusia 7 tahun belum tidur, permintaan sang suami ditolak. Penolakan tersebut ternyata membuat Rd menjadi gelap mata.
Pria ini langsung marah-marah dan merasa tidak terima. Ia langsung menganiaya istrinya dengan menarik rambut sang istri kemudian membenturkan kepala istrinya di kepalanya.
Tak puas sampai di situ, kepala Nl dibenturkan di tembok berulang-ulang. Pria ini juga menendang bagian kaki kiri istrinya. Bahkan, suami korban juga mengancam akan membunuh korban.
Atas perbuatan orang yang dicintainya itu, Nl menjadi shock dan trauma. Setelah dipikir masak-masak akhirnya korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Jaksel.
Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus KDRT yang menimpa Nl. “Kami akan memanggil Rd atas laporan sang istri,” ujarnya. (Tiyo)
Teks ;Kasubag Humas Polres Jaksel, Kompol Aswin. (Tiyo)

Selasa, 22 Januari 2013

Polisi Madiun ungkap identitas dua mayat di hutan


Photo ilustrasi SAMO News Madiun (ANTARA News) - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Madiun berhasil mengungkap identitas mayat laki-laki dan perempuan yang ditemukan warga di kawasan hutan jati Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Minggu (13/1). Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Edi Susanto mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, dua mayat tersebut adalah Aan dan Nia. Keduanya memiliki hubungan keluarga yakni bapak dan anak yang merupakan warga Kota Madiun. "Selain itu, Aan dan Nia ini juga merupakan suami dan anak dari Retno Sugiarti, perempuan yang ditemukan meninggal dalam taksi Bima di rumah kontrakannya Jalan Margobawero, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada Rabu (9/1). Jadi kasus kematian satu keluarga ini masih misteri," ujar AKP Edi Minggu (13/1) malam. Menurut dia, identitas kedua mayat tersebut diketahui melalui penelusuran panggilan tak terjawab dari telepon seluler yang ditemukan di saku korban laki-laki. Dari telepon tersebut, polisi bisa menghubungi nomor yang tertera pada panggilan tak terjawab terbaru pada tanggal 9 Januari 2013. Dari komunikasi tersebut polisi bisa terhubung dengan Ibu Senen, warga Jalan Kemuning, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, yang merupakan ibu Aan. "Kami berhasil melacak melalui telepon seluler korban. Setelah kami temui orang tuanya dan kami tanyai ciri-ciri korban, ternyata cocok," kata Edi. Semula, polisi menduga dua mayat yang ditemukan pada Minggu (13/1) merupakan pasangan remaja. Polisi kesulitan memperkirakan usia korban karena fisik kedua mayat yang mulai hancur dan membusuk. Sebelumnya, Retno Sugiarti ditemukan meninggal dunia di dalam taksi bernomor polisi AE-305-CX pada Rabu (9/1). Kematian Retno dilaporkan sopir taksi yang membawanya, Khoirul. Menurut Khoirul, Retno bersama suami dan anaknya, Aan dan Nia, semula berangkat dari Madiun pada 8 Januari 2013 menuju Malang untuk berobat namun tak bertemu dengan orang yang dituju. Berdasarkan rekam medis yang ditemukan di dalam tas korban saat itu, Retno mengalami gangguan jantung. Esoknya, 9 Januari 2013, mereka kembali ke Madiun. Sesampai di Jombang, Retno muntah darah. Perjalanan dilanjutkan sampai di Nganjuk. Menurut Khoirul, sesampai di Nganjuk, suami dan anaknya malah turun dari taksi dan memilih naik motor. Aan malah meminta Khoirul mengantar Retno sampai Kota Madiun. Setelah sampai di rumah kontrakannya di Kota Madiun, saat dilihat ternyata Retno sudah tak bernyawa. Khoirul memberitahu warga dan dilaporkan ke polisi. Kepolisian Resor Madiun Kota langsung memintai keterangan Khoirul dan membawa jasad Retno ke RSUD dr Soedono, Kota Madiun, untuk diotopsi. Selang empat hari kemudian, dua mayat laki-laki dan perempuan ditemukan warga di petak 300 Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kuwiran, Badan Kesatuan Pemangkutan Hutan (BKPH) Dungus, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madiun atau termasuk Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Kedua mayat tersebut ternyata adalag Aan dan Nia. Hingga kini polisi masih menyelidiki misteri kematian satu keluarga tersebut yang terjadi di dua lokasi, yakni masuk wilayah hukum Polres Madiun Kota dan Polres Madiun. (SAS)

Sabtu, 15 Desember 2012

Papua Nugini sambut baik ekstradisi Djoko Tjandra


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Papua Nugini menyambut baik upaya Indonesia mengekstradisi terpidana kasus "cassie" (hak tagih) Bank Bali, Djoko Tjandra. "Pembahasan dengan pemerintah Papua Nugini berjalan akomodatif dan konstruktif," kata Wakil Jaksa Agung Darmono saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Sabtu. Upaya mengekstradisi Djoko sempat menemui banyak hambatan karena transisi pemerintah di Papua Nugini pertengahan tahun ini. Proses pemulaangan Djoko ditangani oleh tim Kejaksaan Agung yang dipimpin Wakil Jaksa Agung Darmono. Darmono bersama tim berangkat ke Papua Nugini, Senin (10/12), dan kembali ke Indonesia pada Jumat (14/12) sore, seperti yang diungkapkan Jaksa Agung Basrief Arief. Pertemuan dengan pemerintah Papua Nugini berjalan lancar. Pemerintah setempat menyambut upaya hukum Kejaksaan Agung yang akan mengeksekusi Djoko Tjandra. Meskipun begitu, Darmono masih enggan menjelaskan ketika ditanya mengenai hasil pertemuan itu, juga kapan Djoko Thandra diekstradisi. "Pertemuan yang akomodatif ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam ekstradisi Djoko Tjandra," jawab Darmono. Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus "cessie" Bank Bali sebesar Rp546 miliar. Dia meninggalkan Indonesia pada 10 Juni 2009, atau sehari sebelum Mahkamah Agung (MA) menyatakan dia bersalah. MA menjatuhkan hukuman selama dua tahun penjara serta denda Rp15 juta berikut penyitaan terhadap uangnya yang disimpan di Bank Bali senilai Rp546.166.116.369. Pada Juni 2012 dia sudah beralih status menjadi warga negara Papua Nugini. (I029)

Terkait KDRT, Wakil Wali Kota Magelang ke Polres


Tersangka kasus KDRT Wakil Walikota Magelang Joko Prasetyo menyapa wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Magelang, Jateng, Sabtu (15/12). (ANTARA/Anis Efizudin)
Magelang (ANTARA News) - Wakil Wali Kota Magelang, Joko Prasetyo, memenuhi panggilan Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota, Jawa Tengah, guna menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Siti Rubaidah (41). Joko Prasetyo didampingi pengacaranya, Supriyadi, datang di Markas Polres Magelang Kota sekira pukul 09.30 WIB, dan langsung ke ruang Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) ditemui Kasat Reskrim, AKP Kiswiyono. Beberapa saat kemudian, Joko diantar Kasat Reskrim ke ruang penyidikan untuk diminta keterangan. Belasan wartawan media cetak dan elektronik yang ingin mengabadikan gambar wakil wali kota saat menjalani pemeriksaan dicegah oleh petugas dan pintu ruang pemeriksaan langsung ditutup. Sebelumnya, Wakil Kepala Polres Magelang Kota, Kompol Budiharto, mengatakan, surat pemanggilan terhadap wakil wali kota telah dilayangkan pada Selasa (11/12). Dalam surat pemanggilan itu, ia menyebutkan bahwa kepolisian meminta Joko Prasetyo untuk memberikan keterangan sebagai tersangka. Ia menuturkan, penetapan status tersangka setelah Polres Magelang Kota memeriksa enam saksi dan juga barang bukti berupa hasil visum. Enam orang saksi yang diperiksa adalah mereka yang mengetahui adanya KDRT yang diduga dilakukan di dua tempat, yaitu Jalan Ketepeng Nomor 3 Trunan, dan rumah dinas wakil wali kota. Joko diancam hukuman Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT Pasal 44 ayat 1 dan atau 4 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (*)

Penembakan di SD Connecticut Picu Simpati Para Pemimpin Dunia

Penembakan membabi buta di sebuah sekolah dasar Amerika Jumat di Newtown, Connecticut dan mengakibatkan 28 orang tewas, termasuk 20 anak-anak, telah memicu simpati dari seluruh dunia
Para pendukung gerakan pengendalian penggunaan senjata api berkumpul di Pennsylvania Avenue, depan Gedung Putih di Washington DC pasca terjadinya penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newton, Connecticut (14/12). Para pemimpin dunia menyampaikan pernyataan turut berduka cita atas tragedi tersebut. Perdana Menteri Australia Julia Gillard menggambarkan serangan itu sebagai sebuah tindakan keji yang tidak bisa difahami. Ia mengatakan simpatinya dengan menyampaikan ikut merasakan duka cita yang mendalam sebagaimana yang dirasakan Presiden Obama dan warga Amerika. Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan ia sangat terkejut dan berduka saat mendengar penembakan mengerikan tersebut. Sementara itu Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan ia merasa ngeri saat mendengar berita penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newton, Connecticut itu. Ketua urusan diplomasi Uni Eropa, Catherine Ashton, mengatakan terkejut atas insiden ini. Demikian juga pemimin Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso yang kengerian yang mendalam atas insiden penembakan ini. Ratu Elizabeth dari Inggris mengirimkan pesan turut berduka cita kepada Presiden Obama atas insiden mematikan ini.

Pembunuhan Massal Kerap Terjadi di Amerika


Pembunuhan massal berulangkali terjadi di Amerika, sebagian besar menggunakan senjata yang diperoleh dengan surat izin.
Pendukung pembatasan senjata berdemonstrasi di depan Gedung Putih setelah penembakan di Newton, Connecticut. (Foto: Reuters) Pembunuhan massal di Amerika, seperti pembantaian di sebuah sekolah dasar di Connecticut pada Jumat (14/12), telah menjadi fakta kehidupan yang merisaukan dan berulang kali terjadi di Amerika. Dalam pembantaian terbaru ini, pihak berwenang mengatakan seorang pria bersenjata menewaskan sedikitnya 26 orang, termasuk 20 murid, di Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton di negara bagian Connecticut. Tiga hari sebelumnya, seorang pria bersenjata melepaskan serentetan tembakan ke arah pelanggan di sebuah pusat perbelanjaan di dekat Portland, Oregon, menewaskan dua orang dan melukai pelanggan lain yang belum diketahui jumlahnya. Juli lalu, seorang mahasiswa pascasarjana yang mengalami gangguan jiwa melepaskan tembakan pada pertunjukan film Batman terbaru yang diputar tengah malam di sebuah bioskop di Colorado, menewaskan 12 orang. Kurang dari sebulan kemudian, seorang veteran Angkatan Darat menewaskan lima pria dan seorang wanita di sebuah kuil Sikh di Wisconsin. Seperti dalam serangan Jumat, pembunuhan sering terjadi di tempat-tempat yang tampaknya aman dan damai. Seorang pria bersenjata pada awal 2011 menewaskan enam orang dan melukai 13 lainnya, termasuk anggota kongres Gabrielle Giffords, ketika ia menemui para pemilih Sabtu pagi di luar sebuah supermarket di Arizona. Pada 2009, seorang psikiater Angkatan Darat Amerika menewaskan 13 tentara dan warga sipil di sebuah pangkalan Angkatan Darat di Texas. Dua tahun sebelumnya, seorang mahasiswa di salah satu universitas yang besar, Virginia Tech, menewaskan 32 orang di kampus yang luas. Pada 1999, dua siswa SMA di Colorado membunuh 12 teman sekelas dan gurunya. Majalah Mother Jones memberitakan bahwa sejak 1982, paling sedikit telah terjadi 61 pembunuhan massal di Amerika, yang didefinisikan pihak Amerika sebagai suatu serangan orang bersenjata yang membunuh empat orang atau lebih, biasanya di satu lokasi saja. Setelah pembunuhan massal di Amerika, beberapa anggota Kongres mengimbau pengaturan senjata api yang lebih ketat. Tapi para pejabat Amerika hanya sekali-sekali mengesahkan undang-undang baru, karena Konstitusi Amerika menjamin hak untuk memiliki senjata. Majalah Mother Jones mengatakan dalam pembunuhan massal dalam 30 tahun terakhir, para pelaku bersenjata menggunakan 139 senjata api, lebih dari tiga-perempat diantaranya diperoleh dengan surat izin.

Pembunuhan

Pembunuhan

Pembunuhan

pembunuhan

Label 2

Test Footer

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Target dan operasi

Label 5

Label 6

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Berita kriminalitas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger